ARTIKEL CARA MEMBUAT BLOG SECARA OFFLINE

March 27, 2009 at 3:21 am (Uncategorized)

Saat ini pembuatan blog atau web site terbilang cukup mudah, hal ini karena adanya suatu sistem yang disebut Content Management System (CMS), yang bisa dikatakan sebagai template web site. Dengan CMS kita tinggal mengupload (copy) CMS ini ke server, menginstallnya setelah selesai tinggal masuk ke administrator untuk mengatur dan mengisi artikel yang diinginkan. Banyaknya CMS opensource yang tersedia kadang membuat kita bingung untuk memilihnya. Tetapi jika masih awam dengan CMS, apalagi belum banyak tahu tentang web programming seperti saya, maka sebaiknya memilih yang sederhana dan mudah, seperti wordpress.

Jika para blogger / pengguna wordpress ditanya mengapa kok menggunakan wordpress? Mungkin sebagian akan menjawab karena kemudahannya dan konfigurasi yang relatif sederhana. Bagi pengguna awal biasanya tidak memerlukan waktu lama untuk bisa menguasai dan memahaminya. Sederhana bukan berarti minim fasilitas. Memang fasilitas bawaan wordpress sendiri mungkin masih belum mencukupi jika anda ingin web dengan berbagai fasilitas yang wah, tetapi dengan besarnya komunitas dan dukungan plugins yang begitu banyak, kita tinggal menambahkan fasilitas apa yang diinginkan. Mulai dari konfigurasi administrasi, statistik, forum, iklan, artikel, kalender, dan sebagainya.

Bagaimana belajar membuat blog/web site dengan wordpress secara off-line ? Untuk melakukan hal itu diperlukan beberapa komponen yaitu : Apache ( berfungsi sebagai server ), MySQL (Database) dan PHP (bahasa pemrograman web). Coba ikuti langkah-langkah berikut :

A. Menginstall Apache, MySQL dan PHP

Download Apache dan MySQL dalam satu paket Apache friends yaitu xampplite (basic package) dari situs http://www.apachefriends.org, http://www.xampp.org atau dari http://sourceforge.net (ukuran sekitar 46 MB) yang bentuk zip atau exe (diinstall terlebih dulu). Untuk mudahnya pilih saja yang zip.
Extract xampplite ke drive yang diinginkan, misalnya C:\xampplite ( memerlukan space hardisk sekitar 115 MB ). Jika download yang exe, install terlebih dahulu.
Untuk mengetest apakan xampplite berhasil, buka folder C:\xampplite, jalankan xampp-control.exe dan klik start di baris Apache dan MySql, tunggu sampai ada tanda
bahwa keduanya berjalan dengan keterangan tulisan running.

Setelah keduanya berjalan ( ada keterangan running ) kemudian buka web browser anda ( mozilla firefox atau internet explorer ) dan ketikkan localhost lalu tekan enter. Maka jika instalasi berhasil akan ditampilkan pesan :
Welcome to XAMPP for Windows Version …..
Congratulations:
You successfully installed XAMPP on this system!

Permalink Leave a Comment

ARTIKEL CARA MEMBUAT BLOG SECARA Offline

March 27, 2009 at 2:56 am (Uncategorized)

Belajar membuat Blog Offline dengan WordPress
Artikel ini adalah hasil konsultasi dengan Nasir (dr. Ahmad Muchtar Nasir), bahwa meskipun kita tidak terhubung dengan internet (dengan kata lain; internet offline), kita masih bisa “mencicipi” belajar bagaimana caranya ngeblog (atau bikin website) dengan domain dan hosting sendiri. Cara Ngeblog numpang di penyedia layanan (Friendster, Multiply, Blogspot, wordpress.com dll) tidak dibahas disini, karena caranya sangat mudah seperti halnya membuat account e-mail.

Keuntungan dari belajar ngeblog offline:
1. Tulisan masih belum dilihat orang lain, jadi kalau ada yang salah masih bisa dikoreksi
2. Bebas memodifikasi tampilan blog
3. Tulisan-tulisan hasil ngeblog offline nantinya bisa langsung diekspor dengan mudah ke penyedia layanan blog (dalam kasus ini ke sesama wordpress karena memakai WordPress), ataupun ke domain dan hosting baru. Siapa yang gak ngiler dengan nama domain, misalnya…mmm…genghiskhun.com
Dari pengamatan terhadap TS-TS yang sering online (Bambam, Deden, Bayu, Yessi, Helfi dll) , siapa tahu nanti TS ada yang pengen juga membuat;

Bambamjualansapiperahdankandangnya.com
Yessikumalasarijualankeripiktempe.com
Robbyalaminpemudasehatbugarbergairah.com
Derajatprih-emmm-apayaaaa.com
Dedenjualansarungsamarindadanisinya.com
Bagus…. (jualan apa enaknya ya? )
Helfipembelisetia.com
Bayuberhembusbengawansolobanjir.com
,..dst

Catatan.
Domain *.com + hosting penulis terkena charge (kalau tidak salah) Rp. 290.000/tahun, tetapi ada yang gratis juga seperti *.co.cc, *.web.id dsb
Btw, Buat apa sih bikin Blog? tentu saja buat propaganda ha ha ha..

Oke langsung saja kita persiapkan bahannya; (oiya lupa, tutorial ini hanya untuk pengguna OS Windows–tapi semoga saja nanti tersedia buat OS lain, Linux, Mac, Solaris dll)

1. Program XAMPP (unduh di http://www.apachefriends.org/en/xampp-windows.html), penulis memilih versi archieve .ZIP ukuran file 80 Mb
2. WordPress (unduh di http://wordpress.org/download/), versi terbaru 2.7 dengan ukuran file 1,8 Mb
3. Theme-theme untuk pilihan tampilan, googling saja dengan kata kunci “wordpress theme“, unduh sesuai selera, filenya kecil-kecil.
4. Plugin-plugin, terutama WordPress 23 related post yang otomatis menampilkan artikel sebelumnya yang berhubungan (unduh di http://wordpress.org/extend/plugins/wordpress-23-related-posts-plugin/)
5. Browser dan Windows Explorer, eh maaf sudah ada ya? ini penting karena kita akan bekerja di dua tempat ini. Folder-folder berarti berhubungan dengan Windows explorer.

Mari kita mulai;
TAHAP INSTALASI XAMPP (Hosting Offline):
1. Extract-lah di drive C:\ (atau drive yang lain terserah, D:\ atau E:\), sehingga nantinya akan ada folder baru yaitu C:\xampp
2. Buka file C:\xampp\readme_en.txt yang berisi petunjuk instalasi. Baca baik-baik
3. Dalam folder yang sama cari dan Klik file “setup_xampp.bat” untuk memulai instalasi. press any key…. klik!
4. Klik file xampp_start untuk menjalankan Apache dan MySQL.
5. Buka browser favorit anda (Opera?) dan ketik alamat “localhost“. Bila berhasil akan muncul tampilan XAMPP dengan pilihan bahasanya. Pilih salah satu bahasa untuk masuk (English)…
6. Klik “Phpmyadmin” di bagian tool, atau langsung ketik alamat: localhost/phpmyadmin
7. Isi Create Database dengan nama “WordPress“. Collation dan utf8_general_ci diganti menjadi utf8_unicode_ci (scroll terbawah)

TAHAP INSTALASI WORDPRESS
8. Extract-lah file WordPress 2.7 di folder C:\xampp\htdocs
9. Bukalah file c:\xampp\htdocs\WordPress\wp-config-sample.php dengan text editor (Notepad). Ubah parameter sebagai berikut:

// ** MySQL settings – You can get this info from your web host ** //
/** The name of the database for WordPress */
define(’DB_NAME’, ‘WordPress’);

/** MySQL database username */
define(’DB_USER’, ‘root’);

/** MySQL database password */
define(’DB_PASSWORD’, ”);

Tutup notepad, save file dengan nama baru “wp-config.php“

10. Buka lagi browser anda, lalu ketiklah alamat “localhost/wordpress“. Bila berhasil akan muncul ucapan selamat datang dari WordPress. Isian selanjutnya mirip cara membuat account e-mail.
11. Klik Instal, diberi password standar, klik login, gantilah password ini dengan password favorit anda, Nah sudah selesai.
12. Untuk Men-setting blog, posting artikel dsb bekerjanya di: localhost/wordpress/wp-admin, sedangkan untuk melihat hasilnya di: localhost/wordpress. Selamat menikmati ngeblog offline.

TAHAP MEMASUKKAN THEME dan PLUGIN
13. Caranya sederhana saja, extraxt-lah file-file Theme di folder: C:\xampp\htdocs\wordpress\wp-content\themes.
Sedangkan file-file Plugin diextract di: C:\xampp\htdocs\wordpress\wp-content\plugins
14. Untuk mengaktifkan mereka dengan memakai browser, untuk Theme ketik alamat: http://localhost/wordpress/wp-admin/themes.php
Untuk plugin ketik di: http://localhost/wordpress/wp-admin/plugins.php

TAHAP ONLINE
Setelah merasa cocok dengan theme, artikel-artikel sudah cukup banyak (yaitu >2 ) dan hati menggebu ingin segera berpropaganda langkahnya cukup mudah:
1. Aktifkan xampp_start (bila belum aktif), lalu buka browser, Meluncur ke http://localhost/wordpress/wp-admin/export.php
Klik download untuk “membungkus” keseluruhan artikel postingan offline. File ini berbentuk XML editor, jaga baik-baik file ini.
2. Anda bisa memutuskan untuk ngeblog gratisan melalui wordpress.com atau membeli domain dan hosting sendiri. Bila membeli domain dan hosting sendiri cara memasukkan WordPress seperti cara di atas. Sedangkan bila mau yang gratisan lebih mudah lagi seperti membuat account e-mail.
3. Lalu di wp-admin account baru (ONLINE) meluncur ke ……wp-admin/import.php. Plih WordPress untuk mengimport “bungkusan data” tadi. All done. Have fun!

Artikel ini sendiri disusun pada waktu offline, kemudian dicopy versi HTML via notepad lalu diposting online.
Anda boleh meng-copy paste artikel dengan kode dibawah ini dengan syarat tanpa merubah atribut

Permalink Leave a Comment

CARA INSTALASI IP ADDRESS

March 20, 2009 at 3:39 am (Uncategorized)

Dokumen ini membahas memeriksa untuk melihat apakah komputer Anda memiliki TCP / IP diinstal.

Important : If your company has an network, or computer, administrator, then please consult them before making changes to a computer’s network settings! Penting: Jika perusahaan Anda memiliki jaringan, atau komputer, administrator, kemudian silakan berkonsultasi sebelum mereka membuat perubahan ke komputer jaringan pengaturan!

The installation of TCP/IP can vary from one version of Windows to another, so make sure you match the instruction set below to your copy of Windows. Instalasi TCP / IP dapat berbeda dari satu versi Windows lainnya, jadi pastikan anda sesuai dengan instruksi di bawah ini untuk menetapkan salinan Windows.

Related Articles Artikel Terkait

Introduction to TCP/IP Pengenalan TCP / IP
How to check if TCP/IP is Installed on your computer Bagaimana memeriksa apakah TCP / IP adalah Dipasang pada komputer Anda
What is the IP number of your machine Apakah nomor-nomor IP dari komputer Anda

Windows 95 / Windows 98 Windows 95 / Windows 98

1) 1) Select the Start button, then the Settings menu, and then the Control Panel from the Settings menu. Pilih Mulai tombol, maka menu Pengaturan, kemudian Control Panel dari menu Pengaturan.
2) 2) Double click on the Network icon. Double klik icon Jaringan.
3) 3) Click Add and then select the Protocol option from the browse box and press Add Klik Tambah, kemudian pilih Protokol pilihan dari kotak menelusuri dan tekan Tambahkan
4) 4) Select the Microsoft option from the left-hand browse box. Pilih Microsoft pilihan dari sisi kiri kotak browsing.
5) 5) Select the TCP/IP option from the right-hand browse box and click OK Pilih TCP / IP dari pilihan kanan mencari kotak dan klik OK
6) 6) The TCP/IP protocol is now added to the Network components browse box on the Configuration tab on the Network screen. The TCP / IP protokol sekarang ditambahkan ke Jaringan menelusuri komponen pada tab Konfigurasi Jaringan pada layar.
7) 7) Highlight the TCP/IP protocol and click the Properties button. Sorot TCP / IP protokol dan klik tombol Properties.
8) 8) Select the IP Address Tab and click the Specify an IP address radio button. Pilih Tab IP Address dan klik Tentukan alamat IP tombol radio.
9) 9) In the IP Address field type in the IP Address ( example 192.168.2.4) Dalam bidang Alamat IP ketik IP Alamat (contoh 192.168.2.4)
Tip : 192.168.2. x is a fixed local address in terms of IP addressing, so you can use the last digit (x) to set the unique IP address of each local user. Tip: 192.168.2. X adalah alamat tetap lokal dalam hal alamat IP, sehingga Anda dapat menggunakan angka terakhir (x) untuk mengatur alamat IP yang unik dari masing-masing user lokal. In other words on each machine the x part is a unique number from 1 to 255. Dengan kata lain pada setiap mesin x adalah sebuah nomor 1-255.

In the Subnet Mask field enter the mask 255.255.255.0 Di bidang subnet Mask masukkan mask 255.255.255.0

Tip : Each computer must have a unique IP Address. Tips: Setiap komputer harus memiliki IP Address yang unik.

10) 10) Click the OK button. Klik tombol OK.
11) 11) Click on the Identification tab on the Network screen and check that the computer name, workgroup and computer description are correct (this will be used for identification purposes for servers and clients). Klik pada tab Identifikasi Jaringan pada layar dan periksa apakah nama komputer, workgroup dan deskripsi komputer yang benar (ini akan digunakan untuk keperluan identifikasi untuk server dan klien).
Tip : If the computer doesn’t have a name then give it one. Tip: Jika komputer tidak memiliki nama kemudian beri satu. Each computer on the LAN should have a unique name. Setiap komputer pada LAN harus memiliki nama yang unik. You could use flowers, or cartoon characters, or anything else for your name inspiration. Anda dapat menggunakan bunga, kartun atau karakter, atau apapun nama inspirasi.

12) 12) Click the OK button and exit from the control settings screen. Klik tombol OK dan keluar dari kontrol pengaturan layar.

Important: You do not have to have a network card or be on a network to make TNA 2000 work, as long as at least one TCP/IP adapter is setup. Penting: Anda tidak perlu memiliki kartu jaringan atau pada jaringan untuk membuat TNA 2000 bekerja, selama setidaknya satu TCP / IP adalah adaptor setup. An adapter is a physical device like a Network card or a Modem. Adaptor adalah perangkat fisik seperti Jaringan kartu atau Modem. Even if you don’t have a modem or a Network Card in your computer, you can still add a Modem in your Network settings. Bahkan jika anda tidak memiliki modem atau Kartu Jaringan di komputer Anda, Anda tetap dapat menambahkan Modem Anda Pengaturan jaringan. (TNA 2000 works when a TCP/IP modem adapter is setup in the Network properties even if the Modem is not plugged into the machine or connected to the Internet.) (TNA 2000 bekerja ketika TCP / IP modem adaptor adalah setup di Jaringan properti meskipun Modem tidak terpasang ke komputer atau terhubung ke Internet.)

Windows NT Windows NT

The very first thing to establish, is whether or not your machine has in fact got TCP/IP installed. Yang pertama untuk membentuk, adalah apakah Anda atau tidak memiliki komputer bahkan mendapat TCP / IP diinstal. In order to do this, please follow these simple instructions: Untuk melakukannya, ikuti langkah sederhana berikut:

1) 1) Start > Settings > Control Panel Start> Settings> Control Panel
2) 2) Double click on Network Double klik pada Jaringan
3) 3) If a message box comes up asking if you would like to install Networking, then you can safely say that you do not have TCP/IP (or any other networking protocol) installed. Jika kotak pesan muncul menanyakan apakah Anda ingin memasang jaringan, maka anda dapat dengan aman mengatakan bahwa anda tidak memiliki TCP / IP (atau protokol jaringan) diinstal. You can click No for now and move on to the next section of this document. Anda dapat klik Tidak untuk saat ini dan melanjutkan ke bagian selanjutnya dari dokumen ini.
4) 4) If, however, a window comes up with your Network information, click on the Protocols tab . Namun, jika muncul jendela dengan Jaringan informasi, klik pada tab Protokol.
5) 5) Look through the list and see if you can see TCP/IP Protocol . Memeriksa daftar dan lihat apakah Anda dapat melihat TCP / IP Protocol.
6) 6) If Yes, then you already have TCP/IP installed, and you can close all windows to return to your desktop. Jika Ya, maka anda sudah memiliki TCP / IP diinstal, dan Anda bisa menutup semua jendela untuk kembali ke desktop Anda.
7) 7) If No, then you don’t have TCP/IP installed, and this document is for you! Jika tidak, maka anda tidak memiliki TCP / IP diinstal, dan dokumen ini adalah untuk Anda!

Permalink Leave a Comment

ARTIKEL IP ADDRESS

March 20, 2009 at 3:10 am (Uncategorized)

Alamat IP
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.

Sistem pengalamatan IP ini terbagi menjadi dua, yakni:

IP versi 4 (IPv4)
IP versi 6 (IPv6)

[sunting] Perbandingan Alamat IPv6 dan IPv4
Tabel berikut menjelaskan perbandingan karakteristik antara alamat IP versi 4 dan alamat IP versi 6.

Kriteria Alamat IP versi 4 Alamat IP versi 6
Panjang alamat 32 bit 128 bit
Jumlah total host (teoritis) 232=±4 miliar host 2128
Menggunakan kelas alamat Ya, kelas A, B, C, D, dan E.
Belakangan tidak digunakan lagi, mengingat telah tidak relevan dengan perkembangan jaringan Internet yang pesat. Tidak
Alamat multicast Kelas D, yaitu 224.0.0.0/4 Alamat multicast IPv6, yaitu FF00:/8
Alamat broadcast Ada Tidak ada
Alamat yang belum ditentukan 0.0.0.0 ::
Alamat loopback 127.0.0.1 ::1
Alamat IP publik Alamat IP publik IPv4, yang ditetapkan oleh otoritas Internet (IANA) Alamat IPv6 unicast global
Alamat IP pribadi Alamat IP pribadi IPv4, yang ditetapkan oleh otoritas Internet Alamat IPv6 unicast site-local (FEC0::/48)
Konfigurasi alamat otomatis Ya (APIPA) Alamat IPv6 unicast link-local (FE80::/64)
Representasi tekstual Dotted decimal format notation Colon hexadecimal format notation
Fungsi Prefiks Subnet mask atau panjang prefiks Panjang prefiks
Resolusi alamat DNS A Resource Record (Single A) AAAA Resource Record (Quad A)

[sunting] Sumber
infokomputer [1]

[sunting] Pranala luar
(en) IP Address
(en) IP Address locator
(en) See your IP Address details and lookup with google maps

Permalink Leave a Comment

ARTIKEL WIDGET

January 30, 2009 at 3:53 am (Uncategorized)

Widget

From Wikipedia, the free encyclopedia Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia

Jump to: navigation , search Langsung ke: navigasi, cari

Look up widget in Wiktionary , the free dictionary. Look up widget di Wiktionary, kamus gratis.

Widget may refer to: Widget dapat merujuk kepada:

In computing , the term has become frequently used to refer to objects on a computer screen the user interacts with: Dalam komputasi, yang telah menjadi istilah yang sering digunakan untuk mengacu ke objek-objek di layar komputer user berinteraksi dengan:

  • Widget engine , a software system for running applets on the web, desktop or mobile phone Widget engine, software sistem untuk menjalankan applet di web, desktop atau ponsel
  • GUI widget , a component of a graphical user interface with which a user interacts GUI widget, sebuah komponen grafis antarmuka pengguna dengan pengguna yang berinteraksi
  • Widget toolkit , a software library containing a collection of GUI widgets that collaborate when used in the construction of applications Widget toolkit, sebuah perangkat lunak perpustakaan yang berisi kumpulan GUI widget yang berkolaborasi bila digunakan dalam pembangunan aplikasi
  • Web widget , a physically-inspired applet on the web Web widget, yang terinspirasi fisik-applet di web

Web widget

From Wikipedia, the free encyclopedia Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia

Jump to: navigation , search Langsung ke: navigasi, cari

This article is about web page code widgets. Artikel ini adalah tentang halaman web kode widget. For other uses, see widget . Untuk kegunaan lain, lihat widget.

A web widget is a portable chunk of code that can be installed and executed within any separate HTML -based web page by an end user without requiring additional compilation . A web widget adalah kode bingkah portabel yang dapat diinstal dan dijalankan di setiap terpisah HTML berbasis web page oleh pengguna akhir tanpa membutuhkan tambahan kompilasi. They are derived from the idea of code reuse . Mereka berasal dari ide kode kembali. Other terms used to describe web widgets include: gadget, badge, module, webjit, capsule, snippet, mini and flake. Istilah lainnya yang digunakan untuk menjelaskan web widget termasuk: gadget, badge, modul, webjit, kapsul, snippet, mini dan mengelupas. Web widgets usually but not always use DHTML , JavaScript , or Adobe Flash . Web widget biasanya tetapi tidak selalu menggunakan DHTML, JavaScript, atau Adobe Flash.

Widgets often take the form of on-screen tools (clocks, event countdowns, auction-tickers, stock market tickers, flight arrival information, daily weather etc). Widget sering mengambil bentuk pada layar tools (jam, acara countdowns, pelelangan-tickers, pasar saham tickers, kedatangan informasi penerbangan, cuaca harian dll).

Contents Isi

[hide]

//<![CDATA[
if (window.showTocToggle) { var tocShowText = “show”; var tocHideText = “hide”; showTocToggle(); }
//]]>

[ edit ] Widgets [Sunting] Widget

Embeddable chunks of code have existed since the start of the World Wide Web. Embeddable chunks kode sudah ada sejak memulai World Wide Web. Web developers have long sought and used third party code chunks in their pages. Web developer sudah lama dicari dan digunakan pihak ketiga chunks kode di halaman mereka. It could be said that the original web widgets were the link counters and advertising banners that grew up alongside the early web. Dapat dikatakan bahwa web asli widget adalah link counters dan iklan banner yang dibesarkan dengan awal web.

A widget is anything that can be embedded within a page of HTML , ie a web page. Sebuah widget adalah sesuatu yang dapat dimasukkan dalam halaman HTML, yaitu sebuah halaman web. A widget adds some content to that page that is not static. J widget menambahkan beberapa konten ke halaman yang tidak statis. Generally widgets are third party originated, though they can be home made. Widget yang umumnya berasal dari pihak ketiga, walaupun mereka bisa membuat rumah. Widgets are also known as modules, snippets , and plug-ins . Widgets juga dikenal sebagai modul, potongan, dan plug-in.

The first widely syndicated web widget, Trivia Blitz, was introduced in 1997. Yang pertama luas sindikasi web widget, Trivia Blitz, telah diperkenalkan pada tahun 1997. It was a java game applet offered by Uproar.com embedded on 15,200 websites as of December 31, 1998 and 36,100 websites as of December 31, 1999. It was a java applet permainan yang ditawarkan oleh Uproar.com yang terdapat pada situs 15.200 per 31 Desember 1998 dan 36.100 situs per 31 Desember 1999. It spread virally through an “add this game to your website” button. It virally menyebar melalui “menambahkan permainan ini ke situs Web Anda” tombol. Sites that carried the game ranged from Geocities and Tripod personal pages to CNN and Tower Records. Situs yang membawa permainan mulai dari geocities dan tripod ke halaman pribadi dan CNN Tower Records. Uproar paid sites a referral fee for new users that registered through the widget. Kecamuk dibayar situs rujukan biaya bagi pengguna baru yang mendaftar melalui widget. When Uproar.com was acquired by Vivendi Universal in 2001, the widget was discontinued. Ketika Uproar.com telah diakuisisi oleh Vivendi Universal pada tahun 2001, widget telah dihentikan.

Widgets are now commonplace and are used by bloggers, social network users, auction sites and owners of personal web sites. Widgets sekarang biasa dan digunakan oleh blogger, pengguna jaringan sosial, situs lelang dan pemilik situs web pribadi. They exist on home page sites such as iGoogle , Netvibes , or Pageflakes . Mereka ada di halaman muka situs seperti iGoogle, Netvibes, atau Pageflakes. Browser-based tools for creating and hosting widgets include Microsoft Popfly , Widgetbox , and zembly . Browser berbasis peralatan untuk membuat dan hosting widget termasuk Microsoft Popfly, Widgetbox, dan zembly. Widgets distribution platforms such as Clearspring and Gigya are now used to seed and distribute widgets as Rich media Advertisement units. Widgets distribusi platform seperti Clearspring dan Gigya sekarang digunakan untuk bibit dan mendistribusikan widget sebagai media yang kaya Advertisement unit. Media and entertainment companies are increasingly using widgets to run Ad campaigns. Media hiburan dan perusahaan semakin menggunakan widget Iklan untuk menjalankan kampanye. Widgets are used as a distribution method by ad networks such as Google ’s AdSense , by media sites such as Flickr , by video sites such as YouTube and by hundreds of other organizations. Widget yang digunakan sebagai metode distribusi jaringan iklan seperti Google ‘s AdSense, oleh media situs seperti Flickr, dengan situs video seperti YouTube dan ratusan organisasi lainnya.

[ edit ] Usage and criticism [Sunting] Penggunaan dan kritikan

Applications can be integrated within a third party website by the placement of a small snippet of code. Aplikasi yang dapat diintegrasikan dalam situs web pihak ketiga oleh penempatan kecil potongan kode. The code brings in ‘live’ content – advertisements, links, images – from a third party site without the web site owner having to update or control. Membawa kode dalam ‘hidup’ konten – iklan, link, gambar – dari situs pihak ketiga tanpa pemilik situs web untuk meng-update atau memiliki kontrol.

End users can utilize Web Widgets to enhance a number of web-based hosts, or drop targets. End user dapat memanfaatkan Web Widget untuk meningkatkan sejumlah berbasis web host, atau penurunan target. Categories of drop targets include social networks , blogs , wikis and personal homepages . Kategori target penurunan termasuk jaringan sosial, blog, wiki dan homepage pribadi. Although end users primarily use Web Widgets to enhance their personal web experiences, or the web experiences of visitors to their personal sites, corporations can potentially use Web Widgets to improve their web sites using syndicated content and functionality from third party providers. Meskipun pengguna akhir terutama menggunakan Web Widget untuk meningkatkan pengalaman web mereka pribadi, atau web pengalaman pengunjung ke situs pribadi mereka, perusahaan dapat menggunakan Web Widget berpotensi untuk meningkatkan situs web menggunakan sindikasi isi dan fungsi dari pihak ketiga penyedia layanan.

The use of web widgets has been increasingly proposed as a marketing channel that could replace the less effective targeted banner ads and take advantage of the viral distribution in social networks. Penggunaan web widget telah semakin diusulkan sebagai saluran pemasaran yang dapat menggantikan kurang efektif bertarget iklan banner dan mengambil keuntungan dari penyebaran virus di jaringan sosial. This usage has been criticized as ineffective [ 1 ] on the basis that users of a social space are not mainly in a mindset receptive to information exposition but one of content creation. Penggunaan ini telah dikritik karena tidak efektif [1] atas dasar bahwa pengguna dari ruang sosial tidak terutama dalam pemikiran untuk menerima informasi eksposisi tapi salah satu konten penciptaan.

[ edit ] Security considerations [Sunting] Keamanan pertimbangan

As any program code, widgets can be used for malicious purposes. Sebagai kode program, widget dapat digunakan untuk tujuan jahat. One example is the Facebook “Secret Crush” widget, reported in early 2008 by Fortinet as luring users to install Zango adware . [ 2 ] Salah satu contohnya adalah Facebook “Secret Crush” widget, melaporkan pada awal 2008 oleh Fortinet sebagai luring pengguna untuk menginstal Zango adware. [2]

[ edit ] Widget management systems [Sunting] Widget sistem manajemen

Main article: Widget engine Artikel utama: Widget mesin

Widget management systems offer a method of managing widgets that works on any web page, such as a blog or social networking home page. Widget sistem manajemen menawarkan metode pengelolaan widget yang bekerja pada setiap halaman web, seperti blog atau halaman situs jaringan sosial. Many blog systems like WordPress or Movable Type come with built in widget management systems as plug-ins. Blog banyak sistem seperti WordPress atau Movable Type datang dengan dibangun di dalam sistem manajemen widget sebagai plug-in. Users can obtain widgets and other widget management tools from widget companies such as Clearspring or Widgetbox . Pengguna dapat memperoleh dan lainnya widget widget widget dari perangkat manajemen perusahaan seperti Clearspring atau Widgetbox.

Permalink Leave a Comment

PENGERTIAN HUB DAN ACCESS POINT

January 22, 2009 at 5:50 am (Uncategorized)

Hub

Wireless access point

From Wikipedia, the free encyclopedia

Jump to: navigation, search

Planet WsAP-4000 Wireless Access Point

In computer networking, a wireless access point (WAP or AP) is a device that allows wireless communication devices to connect to a wireless network using Wi-Fi, Bluetooth or related standards. The WAP usually connects to a wired network, and can relay data between the wireless devices (such as computers or printers) and wired devices on the network.

Contents

[hide]

[edit] Introduction

Linksys WAP54G 802.11g Wireless Access Point

embedded RouterBoard 112 with U.FLRSMA pigtail and R52 mini PCI Wi-Fi card widely used by wireless Internet service providers (WISPs) in the Czech Republic

OSBRiDGE 3GN – 802.11n Access Point and UMTS/GSM Gateway in one device

Prior to wireless networks, setting up a computer network in a business, home, or school often required running many cables through walls and ceilings in order to deliver network access to all of the network-enabled devices in the building. With the advent of the Wireless Access Point, network users are now able to add devices that access the network with few or no new cables. Today’s WAPs are built to support a standard for sending and receiving data using radio frequencies rather than cabling. Those standards, and the frequencies they use are defined by the IEEE. Most WAPs use IEEE 802.11 standards.

[edit] Common WAP Applications

A typical corporate use involves attaching several WAPs to a wired network and then providing wireless access to the office LAN. Within the range of the WAPs, the wireless end user has a full network connection with the benefit of mobility. In this instance, the WAP functions as a gateway for clients to access the wired network.

A Hot Spot is a common public application of WAPs, where wireless clients can connect to the Internet without regard for the particular networks to which they have attached for the moment. The concept has become common in large cities, where a combination of coffeehouses, libraries, as well as privately owned open access points, allow clients to stay more or less continuously connected to the Internet, while moving around. A collection of connected Hot Spots can be referred to as a lily-pad network.

The majority of WAPs are used in Home wireless networks.[citation needed] Home networks generally have only one WAP to connect all the computers in a home. Most are wireless routers, meaning converged devices that include a WAP, router, and often an ethernet switch in the same device. Many also converge a broadband modem. In places where most homes have their own WAP within range of the neighbors’ WAP, it’s possible for technically savvy people to turn off their encryption and set up a wireless community network, creating an intra-city communication network without the need of wired networks.

A WAP may also act as the network’s arbitrator, negotiating when each nearby client device can transmit. However, the vast majority of currently installed IEEE 802.11 networks do not implement this, using a distributed pseudo-random algorithm called CSMA/CD instead.

[edit] Wireless Access Point vs. Ad-Hoc Network

Some people confuse Wireless Access Points with Wireless Ad-Hoc networks. An Ad-Hoc network uses a connection between two or more devices without using an access point: the devices communicate directly. An Ad-Hoc network is used in situations, such as for a quick data exchange, or for a Multiplayer LAN game, because it is easy to set up and does not require an access point. Due to its peer-to-peer layout, Ad-Hoc connections are similar to Bluetooth ones, and are generally not recommended for a permanent installation.

Internet access via Ad-Hoc networks, using features like Windows’ Internet Connection Sharing, may work well with a small number of devices that are close to each other, but Ad-Hoc networks don’t scale well. Internet traffic will converge to the nodes with direct internet connection, potentially congesting these nodes. For internet-enabled nodes, Access Points have a clear advantage, being designed to handle this load.

[edit] Limitations

One IEEE 802.11 WAP can typically communicate with 30 client systems located within a radius of 100 m.[citation needed] However, the actual range of communication can vary significantly, depending on such variables as indoor or outdoor placement, height above ground, nearby obstructions, other electronic devices that might actively interfere with the signal by broadcasting on the same frequency, type of antenna, the current weather, operating radio frequency, and the power output of devices. Network designers can extend the range of WAPs through the use of repeaters and reflectors, which can bounce or amplify radio signals that ordinarily would go un-received. In experimental conditions, wireless networking has operated over distances of several kilometers.

Most jurisdictions have only a limited number of frequencies legally available for use by wireless networks. Usually, adjacent WAPs will use different frequencies to communicate with their clients in order to avoid interference between the two nearby systems. Wireless devices can “listen” for data traffic on other frequencies, and can rapidly switch from one frequency to another to achieve better reception. However, the limited number of frequencies becomes problematic in crowded downtown areas with tall buildings using multiple WAPs. In such an environment, signal overlap becomes an issue causing interference, which results in signal dropage and data errors.

Wireless networking lags behind wired networking in terms of increasing bandwidth and throughput. While (as of 2004) typical wireless devices for the consumer market can reach speeds of 11 Mbit/s (megabits per second) (IEEE 802.11b) or 54 Mbit/s (IEEE 802.11a, IEEE 802.11g), wired hardware of similar cost reaches 1000 Mbit/s (Gigabit Ethernet). One impediment to increasing the speed of wireless communications comes from Wi-Fi‘s use of a shared communications medium, so a WAP is only able to use somewhat less than half the actual over-the-air rate for data throughput. Thus a typical 54 MBit/s wireless connection actually carries TCP/IP data at 20 to 25 Mbit/s. Users of legacy wired networks expect faster speeds, and people using wireless connections keenly want to see the wireless networks catch up.

As of 2007 a new standard for wireless, 802.11n is awaiting final certification from IEEE. This new standard operates at speeds up to 540 Mbit/s and at longer distances (~50 m) than 802.11g. Use of legacy wired networks (especially in consumer applications) is expected[by whom?] to decline sharply as the common 100 Mbit/s speed is surpassed and users no longer need to worry about running wires to attain high bandwidth.[citation needed]

By the year 2008 draft 802.11n based access points and client devices have already taken a fair share of the market place but with inherent problems integrating products from different vendors.

[edit] Security

Main article: Wireless LAN Security

Wireless access has special security considerations. Many wired networks base the security on physical access control, trusting all the users on the local network, but if wireless access points are connected to the network, anyone on the street or in the neighboring office could connect.

The most common solution is wireless traffic encryption. Modern access points come with built-in encryption. The first generation encryption scheme WEP proved easy to crack; the second and third generation schemes, WPA and WPA2, are considered secure if a strong enough password or passphrase is used.

Some WAPs support hotspot style authentication using RADIUS and other authentication servers. For example, DD-WRT v24 supports Chilisoft hotspot authentication which separates the WLAN from the hard wired LAN so that your guests cannot browse the local wired network.

[edit] See also

  • Hotspots – access points or wireless networks open to the public
  • Wireless LAN – networks consisting of zero or more access points plus devices
  • Wi-Fi Array System of multiple APs
  • LWAPP – Lightweight Access Point Protocol used to manage a large set of WAPs
  • WarXing – searching for open networks
  • Femtocell – a local-area base station using cellular network standards such as UMTS, rather than Wi-Fi
  • WiMAX – wide-area wireless standard that has a few elements in common with Wi-Fi

[edit] References

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari

Artikel bertopik teknologi informasi ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia
Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifisasi artikel. Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini.

Definisi hub,switch, router

Jaringan komputer berkembang dengan sangat cepat. Salah satu pemicunya adalah kebutuhan untuk berbagi pakai alat (device) maupun data baik pada lokasi yang sama ataupun lokasi yang berbeda. Jaringan komputer yang berada pada lokasi yang sama dengan jarak yang tidak jauh disebut dengan jaringan komputer local (LAN). Topologi yang biasa digunakan pada jaringan lokal ini adalah topologi star. Ini berarti dibutuhkan satu alat tambahan yang disebut dengan hub atau switch.

Hub Alat penghubung atar komputer, semua jenis komunikasi hanya dilewatkan oleh hub. hub digunakan untuk sebuah bentuk jaringan yang sederhana (misal hanya untuk menyambungkan beberapa komputer di satu group IP lokal) ketika ada satu paket yang masuk ke satu port di hub, maka akan tersalin ke port lainnya di hub yg sama dan semua komputer yg tersambung di hub yang sama dapat membaca paket tersebut. Saat ini hub sudah banyak ditinggalkan dan diganti dengan switch. Alasan penggantian ini biasanya adalah karena hub mempunyai kecepatan transfer data yang lebih lambat daripada switch. Hub dan switch mempunyai kecepatan transfer data sampai dengan 100 Mbps bahkan switch sudah dikembangkan sampai kecepatan 1 Gbps.

Switch Sebuah alat yang menyaring/filter dan melewatkan(mengijinkan lewat) paket yang ada di sebuah LAN. switcher bekerja pada layer data link (layer 2) dan terkadang di Network Layer (layer 3) berdasarkan referensi OSI Layer Model. sehingga dapat bekerja untuk paket protokol apapun. LAN yang menggunakan Switch untuk berkomunikasi di jaringan maka disebut dengan Switched LAN atau dalam fisik ethernet jaringan disebut dengan Switched Ethernet LANs.

Router Alat yang bertugas untuk mengantarkan paket data dalam jaringan. router dapat digunakan jika tersambung paling tidak dengan dua jaringan yang berbeda sehingga pengaturan tersebut membutuhkan sebuah router.Router berada di sisi gateway sebuah tempat dimana dua jaringan LAN atau lebih untuk disambungkan. Router menggunakan HEADERS dan daftar tabel pengantar (Forwarding Table) untuk menentukan posisi yang terbaik untuk mengantarkan sebhttp://www.more.net/technical/netserv/troubleshooting/troubleshooting.htmluah paket jaringan dan juga menggunakan protokol seperti ICMP,HTTP untuk berkomunikasi dengan LAN lainnya dengan konfigurasi terbaik untuk jalur antar dua hos

Permalink Leave a Comment

TOPOLOGI JARINGAN

January 14, 2009 at 4:01 am (Uncategorized)

Topologi Jaringan

Topologi jaringan ada beberapa bentuk sebagai berikut.

<!–[if !supportLists]–>1. <!–[endif]–>Topologi Bus

Topologi ini adalah topologi yang awal di gunakan untuk menghubungkan komputer. Dalam topologi ini masing masing komputer akan terhubung ke satu kabel panjang dengan beberapa terminal, dan pada akhir dari kable harus di akhiri dengan satu terminator. Topologi ini sudah sangat jarang digunakan didalam membangun jaringan komputer biasa karena memiliki beberapa kekurangan diantaranya kemungkinan terjadi nya tabrakan aliran data, jika salah satu perangkat putus atau terjadi kerusakan pada satu bagian komputer maka jaringan langsung tidak akan berfungsi sebelum kerusakan tersebut di atasi.

< ![endif]–><!–[if !vml]–>bus topologi
<!–[endif]–>

Gambar topologi bus

Topologi ini awalnya menggunakan kable Coaxial sebagai media pengantar data dan informasi. Tapi pada saat ini topologi ini di dalam membangun jaringan komputer dengan menggunakan kabal serat optik ( fiber optic) akan tetapi digabungkan dengan topologi jaringan yang lain untuk memaksimalkan performanya.

 

<!–[if !supportLists]–>2. <!–[endif]–>Topologi Cincin

Topologi cincin atay yang sering disebut dengan ring topologi adalah topologi jaringan dimana setiap komputer yang terhubung membuat lingkaran. Dengan artian setiap komputer yang terhubung kedalam satu jaringan saling terkoneksi ke dua komputer lainnya sehingga membentuk satu jaringan yang sama dengan bentuk cincin.

ring topologi < ![endif]–><!–[if !vml]–><!–[endif]–>

Gambar ring topology

Adapun kelebihan dari topologi ini adalah kabel yang digunakan bisa lebih dihemat. Tetapi kekurangan dari topologi ini adalah pengembangan jaringan akan menjadi susah karena setiap komputer akan saling terhubung.

 

<!–[if !supportLists]–>3. <!–[endif]–>Topologi Token Ring

Topologi ini hampir sama dengan topologi ring akan tetapi pembuatannya lebih di sempurnakan. Bisa di lihat dari perbedaan gambar.

< ![endif]–><!–[if !vml]–>token ring topologi
<!–[endif]–>

Gambar topologi token ring

Didalam gambar jelas terlihat bagaimana pada token ring kable penghubung di buat menjadi lingkaran terlebih dahulu dan nantinya akan di buatkan terminal-terminal untuk masing-masing komputer dan perangkat lain.

 

 

<!–[if !supportLists]–>4. <!–[endif]–>Topologi Bintang

Topologi bintang atau yang lebih sering disebut dengan topologi star. Pada topologi ini kita sudah menggunakan bantuan alat lain untuk mengkoneksikan jaringan komputer. Contoh alat yang di pakai disini adalah hub, switch, dll.

< ![endif]–><!–[if !vml]–>star topologi
<!–[endif]–>

Gambar topologi star

Pada gambar jelas terlihat satu hub berfungsi sebagai pusat penghubung komputer-komputer yang saling berhubungan. Keuntungan dari topologi ini sangat banyak sekali diantaranya memudahkan admin dalam mengelola jaringan, memudahkan dalam penambahan komputer atau terminal, kemudahan mendeteksi kerusakan dan kesalahan pada jaringan. Tetapi dengan banyak nya kelebihan bukan dengan artian topologi ini tanpa kekurangan. Kekurangannya diantaranya pemborosan terhadap kabel, kontol yang terpusat pada hub terkadang jadi permasalahan kritis kalau seandainya terjadi kerusakan pada hub maka semua jaringan tidak akan bisa di gunakan.

 

<!–[if !supportLists]–>5. <!–[endif]–>Topologi Pohon

Topologi pohon atau di sebut juga topologi hirarki dan bisa juga disebut topologi bertingkat merupakan topologi yang bisa di gunakan pada jaringan di dalam ruangan kantor yang bertingkat.

< ![endif]–><!–[if !vml]–> < ![endif]–><!–[if !vml]–>tree topologi<!–[endif]–><!–[endif]–>

Gambar topogi pohon (tree)

 

Pada gambar bisa kita lihat hubungan antar satu komputer dengan komputer lain merupakan percabangan dengan hirarki yang jelas.sentral pusat atau yang berada pada bagian paling atas merupakan sentral yang aktiv sedangkan sentral yang ada di bawahnya adalah sentral yang pasif.

http://fleahlit.web.id/topologi-jaringan-komputer/

Permalink Leave a Comment

TOPOLOGI CINCIN

January 14, 2009 at 3:42 am (Uncategorized)

Topologi cincin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari

Gambar menunjukkan diagram jaringan cincin

Topologi cincin adalah topologi jaringan dimana setiap titik terkoneksi ke dua titik lainnya, membentuk jalur melingkar membentuk cincin. Pada topologi cincin, komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan. jaringan berdasarkan bentukny :

Permalink Leave a Comment

TOPLOGI BUS

January 14, 2009 at 3:19 am (Uncategorized)

Topologi bus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari

Artikel bertopik teknologi informasi ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia
Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifisasi artikel. Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini.

Pada topologi Bus, kedua unjung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya dengan mentap Ethernetnya sepanjang kabel. Linear Bus: Layout ini termasuk layout yang umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap simpul, ke saluran tunggal komputer yang mengaksesnya ujung dengan ujung. Masing-masing simpul dihubungkan ke dua simpul lainnya, kecuali mesin di salah satu ujung kabel, yang masing-masing hanya terhubung ke satu simpul lainnya. Topologi ini seringkali dijumpai pada sistem client/server, dimana salah satu mesin pada jaringan tersebut difungsikan sebagai File Server, yang berarti bahwa mesin tersebut dikhususkan hanya untuk pendistribusian data dan biasanya tidak digunakan untuk pemrosesan informasi. Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan.

  • Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain. Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.

Topologi linear bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel Coaxial menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain. Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial adalah sulit untuk mengukur apakah kabel coaxial yang dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (network interface card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi ini juga sering digunakan pada jaringan dengan basis fiber optic (yang kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan dengan client atau node.).

Permalink Leave a Comment

miss u…

November 7, 2008 at 4:51 am (Uncategorized)

Sad Puppy

Permalink Leave a Comment

Next page »